log in to my account   Register New Account
Cari Go
Shopping Cart
Kereta Belanja Kosong
Sub TotalRp. 0
 
Kategori Produk

Buy Voucher
News & Events
Halaman: « 1 2 3 4 5
01.10.2007

Yuk, Jadi Karyawan Idaman!
Untuk menjadi teladan dan idaman, bukan hanya kerja keras yang dibutuhkan tetapi juga kerja cerdas.

Selengkapnya
28.09.2007

Merekrut Karyawan, Gampang-Gampang Susah.
Merekrut karyawan bisa jadi adalah pekerjaan mudah namun justru terkadang membuat kita kesulitan dalam menentukan pilihan.

Selengkapnya
24.09.2007

Ingin Sukses Berbisnis Ritel?
Apakah Anda ingin bisnis ritel Anda maju pesat? Intip ulasannya disini.

Selengkapnya
24.09.2007

Kiat Singkat Memotivasi Karyawan Anda.
Tingkatkan kinerja karyawan Anda dengan memotivasi mereka.

Selengkapnya
20.09.2007

Voucher Kredit UMKM Dari Pemerintah.
Pemerintah akan mengucurkan voucher kredit untuk Usaha Kecil Menengah.

Selengkapnya
Halaman: « 1 2 3 4 5

Customer Support
HelpDesk

Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities

Pay Global One, give you an easier way to pay through the world

Yuk, Jadi Karyawan Idaman!

Karyawan TeladanJika Anda adalah seorang karyawan maka tipe kerja seperti apa yang Anda pilih, kerja keras atau kerja cerdas? 

Namun sebelum Anda menjawab pertanyaan tersebut cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Pernah atau  seringkah Anda mengecewakan atasan? Kerap menghindari tugas dari atasan? Tingginya ketidakdisiplinan kerja Anda? Mengkritik atau menunjukkan kekesalan kepada atasan Anda di muka umum? Akibatnya hubungan Anda dengan atasan terasa asing? Sering menimbulkan  kemampetan dan ketegangan komunikasi? Adakah kondisi seperti ini membuat komunikasi dengan rekan kerja Anda juga tidak lancar? Yang akhirnya atasan Anda tidak puas dengan perilaku dan kinerja Anda yang dibawah standar? Apakah kalau Anda merasa bersalah lalu meminta maaf pada atasan? Dan apakah ada upaya Anda untuk memperbaiki perilaku dan kinerja Anda? 

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas berimplikasi pada seberapa jauh derajat kepuasan atasan terhadapa kinerja Anda. Kalau jawabannya cenderung negatif maka akan menimbulkan ketidakpuasan atasan karena Anda dinilai tidak layak untuk menjadi karyawan yang handal apalagi menjadi teladan. 

Lalu bagaimana caranya menjadi karyawan idaman dari atasan dan organisasi Anda?

  • Berdisiplin sesuai dengan aturan yang berlaku dalam perusahaan. Tidak ada alasan atasan Anda merasa benci kalau Anda berdisiplin tinggi. Semakin tinggi derajat kedisiplinan Anda seharusnya semakin tinggi pula derajat kepuasan atasan Anda.
  • Bekerja keras dan cerdas. Atasan tidak cukup merasa puas kalau Anda hanya bekerja keras tetapi tidak produktif. Karena itu perlu didasarkan pada kerja cerdas pula seperti kreatifitas dan prakarsa tinggi.
  • Berperilaku jujur baik dalam melakukan pekerjaan maupun dalam berkomunikasi dengan atasan dan sesama rekan kerja. Hindari sifat defensif kalau Anda melakukan sesuatu yang salah.
  • Menunjukkan kerendahan hati dan kemampuan berkomunikasi yang handal baik dengan atasan maupun dengan sesama karyawan.
  • Menghindari upaya mengkritik atau menunjukkan kekesalan pada atasan di muka umum. Jagalah perasaan atasan karena yang bersangkutan juga manusia biasa. Usahakan bertemu langsung dengan atasan dengan cara yang sopan kalau Anda memiliki uneg-uneg.
  • Jangan terlalu mengharap banyak kepada atasan untuk mau dan mampu memenuhi semua tuntutan Anda. Apalagi kalau tuntutan Anda bersifat tidak rasional dan paksaan. Atasan pun memiliki harga diri yang perlu dimengerti oleh Anda.
  • Berupaya dekat dengan atasan tanpa harus termasuk golongan penjilat. Dekat dalam hal ini berarti kalau Anda memiliki gagasan atau masalah tertentu dapat disampaikan kepada atasan langsung. Secara berkala Anda membuat laporan proses dan kinerja Anda.
  • Menghindari ucapan langsung ”tidak bisa” atau ”bisa” kalau Anda diberi tugas tertentu. Kalau Anda menilai pekerjaan itu sesuatu yang baru maka Anda perlu mempelajarinya lebih  dahulu. Kalau tidak mampu maka secara terus terang Anda mengatakan pada atasan bahwa Anda kurang memiliki keahlian dan pengalaman untuk mengerjakan tugas itu. Sebaliknya Anda harus memenuhi permintaan atasan sejauh itu bisa diterima secara akal sehat, aturan dan prosedur yang berlaku, dan berbasis kemampuan Anda untuk melaksanakannya.

Berdasarkan langkah-langkah diatas, bekerja keras memang sangat diperlukan namun akan lebih baik lagi jika Anda bisa bekerja dengan cerdas karena cerdas bekerja sangat membantu kita untuk bisa terus fokus terhadap pekerjaan dan memanfaatkan kefektifan serta keefisienan waktu dan peluang yang ada. Selamat bekerja...!


Merekrut Karyawan, Gampang-Gampang Susah.

Bagi perusahaan kecil yang baru mulai, merekrut karyawan merupakan hal paling penting yang harus dilakukan. Tidak mungkin seorang CEO merangkap akuntan, marketing dan resepsionis sekaligus, bukan? 12 tips berikut ini mungkin akan membantu proses perekrutan karyawan bagi Anda yang memulai bisnis baru.

1. Menentukan posisi dan tanggung jawab
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan semua aspek yang diperlukan dalam bisnis Anda, kemudian menjabarkan secara detail tugas atau tanggung jawab setiap posisi yang diperlukan.

2. Gaji
Anda pun harus melakukan riset untuk menentukan gaji yang layak dan disesuaikan dengan cash flow bisnis Anda di masa mendatang. Jangan lupa untuk membuat keputusan apakah Anda membutuhkan karyawan tetap, kontrak, paruh waktu atau bahkan tenaga kontrak temporer.

3. Biaya tak terdugaMerekrut karyawan
Bukan hanya gaji yang harus diperhitungkan, tetapi juga komputer, akses internet, peralatan kantor, dan mungkin lebih banyak lagi.

4. Tempat mencari kandidat
Mencari kandidat dari lingkungan terdekat merupakan ide yang bagus, yaitu teman Anda atau keluarga. Anda juga bisa mendatangi bisnis atau industri lokal dan sounding ke mereka bahwa Anda sedang mencari orang yang tertarik bekerja di perusahaan kecil atau berkembang. Selain itu, pasang iklan di media cetak lokal atau website bisa menjadi pilihan.

5. Interview
Siapkan pertanyaan-pertanyaan mendalam yang akan menggali karakter dan potensi calon karyawan atau memberikan gambaran cara ia mengatasi berbagai masalah. Anda juga sebaiknya mengecek referensi pendidikan dan pekerjaan sebelumnya. Setelah Anda melakukan negosiasi dengan calon karyawan, tulis segala hal yang berhubungan dengan gaji, deskripsi kerja, dan tanggal efektif mulai bekerja.

6. Insentif dan bonus
Calon karyawan akan mengerti bahwa bisnis baru belum bisa memberikan gaji yang tinggi. Namun Anda dapat memberi solusi dengan adanya bonus berbasis performa. Hal ini akan membatasi fixed cost Anda sekaligus mendorong karyawan untuk maju.

7. Perkembangan bisnis
Bisnis yang telah berkembang baik secara skala ataupun penjualan akan membuat proses perekrutan karyawan lebih rumit lagi, misalnya ketentuan bayaran lembur, asuransi kesehatan, absensi dan lain-lain.

8. Segi Hukum
Perhatikan juga hak dan kewajiban karyawan yang tercantum dalam perundang-undangan tenaga kerja. Anda sebaiknya menghubungi konsultan HRD lokal untuk mencari tahu lebih dalam mengenai hal ini.

9. Outsource
Payroll dan pajak yang berhubungan dengan karyawan bisa juga diambil alih oleh perusahaan outsource profesional supaya Anda tidak repot mengurusnya.

10. Handbook untuk karyawan
Daripada menghamburkan waktu manajer, sebaiknya Anda membuat handbook berupa kumpulan pertanyaan-pertanyaan dasar yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Termasuk di dalamnya mengenai pelecehan seksual, penggunaan internet dan e-mail perusahaan, etika, pemutusan hubungan kerja dan lain-lain.

11. Dokumentasi
Pastikan Anda memiliki dua file untuk setiap karyawan, satu berhubungan dengan pekerjaan dan satu lagi mengenai informasi rahasia. Ada baiknya juga Anda membuat review performa yang akan membantu Anda dan karyawan mencapai tujuan dan fokus dalam pekerjaan.

12. Ciptakan atmosfir kesenangan
Anda mungkin melihat ada karyawan potensial yang kurang antusias dalam menjalankan bisnis Anda. Trik yang perlu Anda lakukan adalah membagi rasa antusias Anda terhadap bisnis Anda untuk menginspirasi karyawan dengan kegembiraan, harapan, kesempatan, dan kesenangan. Camkan juga pada mereka bahwa mereka bahkan memiliki kemampuan untuk mengarahkan potensi mereka dengan bergabung perusahaan kecil.


Ingin Sukses Berbisnis Ritel?

Bisnis ritel kecil sering kali sulit berkembang lantaran kesulitan modal dan lemahnya manajemen. Pengusaha ritel kecil juga lemah dalam menjalin negosiasi dengan pemasok sehingga harga jual yang ditawarkan tidak lebih murah dibanding dengan peritel besar.


1. Catat setiap gerakan. Fluktuasi harga dan kegiatan pesaing harus rajin diamati. Pergerakan penjualan dan barang juga harus diperhatikan karena tidak semua barang akan laku terus-menerus.Sukses berbisnis ritel

2. Tingkatkan posisi tawar dengan pemasok. Jaga stabilitas pesanan barang. Hal ini menyangkut kepercayaan pemasok kepada peritel. Jangan terjebak dengan iming-iming bonus, dan perbarui kesepakatan yang bisa lebih menguntungkan kedua pihak.

3. Manfaatkan ruang yang ada secara tepat. Keterbatasan tempat sering kali menjadi kendala sehingga tidak semua produk bisa dipajang. Karena itu. jual lah barang yang cepat laku dan jangan segan mengubah susunan produk di etalase agar senantiasa menarik mata.

4. Manjakan pelanggan. Identifikasi data dan kebutuhan pelanggan. Ciptakan toko dengan suasana yang menyenangkan dan lakukan perubahan terus-menerus. Tetapkan harga yang kompetitif sehingga mereka yakin memperoleh barang bermutu dengan harga yang wajar. Hindari stock out (barang habis) karena akan membuat konsumen pergi dan tidak kembali lagi.


Kiat Singkat Memotivasi Karyawan Anda.

Untuk mengembangkan motivasi karyawan, pakar manajemen Amerika Serikat (AS) F John Reh mengungkap kiat suksesnya sebagai berikut. 

1. Ingin lebih inovatif? Jika Anda ingin karyawan lebih inovatif, biarkan mereka tahu bahwa pekerjaan mereka terjamin kendati deskripsi kerja berubah. 

2. Jangan menjadi orang yang menghancurkan motivasi.
Tugas sebagai pemimpin adalah membuat dan menjadikan karyawan tetap termotivasi dan bekerja demi mencapai tujuan bersama. Mencaci-maki di depan mereka atau rekan yang lain jelas menghancurkan motivasi mereka. Perhatikan tindakan Anda agar tidak merugikan Anda sendiri karena menghilangkan motivasi karyawan. 

3. Sumber daya terbesar yang Anda miliki adalah karyawan.
Anda mungkin saja memiliki peralatan teknologi canggih. Tapi, tanpa karyawan, itu tak berarti apa-apa. Perlakukan karyawan dengan cara yang sama atau lebih baik seperti Anda merawat peralatan Anda. 

4. Kobarkan semangat.Memotivasi karyawan
Ketika mereka bergabung dalam organisasi Anda, tentunya mereka bersemangat dan siap melakukan hal-hal berat. Seiring dengan perjalanan waktu, antusiasme kerap menurun. Karena itu, lakukanlah hal-hal yang membuat karyawan bersemangat dan Anda akan kagum dengan hasilnya.

 5. Dengarkan karyawan Anda.

Percuma saja menghabiskan waktu dan usaha untuk mencari dan memekerjakan orang-orang terbaik jika Anda hanya memandang sebelah mata pada hasil yang mereka kerjakan. 

6. Manusia bukan jamur.
Jamur dapat tumbuh subur kendati berada di tempat gelap dan diberi makan ala kadarnya. Sebaliknya, manusia akan berkembang dengan baik bila diperhatikan dan diberi informasi yang tepat. 

7. Libatkan orang-orang Anda.
Jauh lebih mudah meminta karyawan mematuhi keputusan perusahaan jika mereka diberi kesempatan berpartisipasi dalam diskusi tersebut. Manajemen memang harus membuat keputusan, tetapi jika mereka dapat kesempatan untuk mengutarakan pendapat mereka akan lebih mudah beradaptasi. 

8. Mendengarkan dengan aktif.
Dengarkan klien Anda, karyawan, para pemasok, dan siapapun yang berkaitan dengan bisnis Anda. Setelah itu dengan jujur pula evaluasi apa yang mereka katakan, tanpa membiarkan ego Anda berbicara. Dengan begitu, Anda akan belajar sesuatu yang menguntungkan bisnis Anda. 

9. Layanan pelanggan yang berkualitas berbasis pada tiga hal inti, yaitu respek, nilai, dan pendekatan kemanusiaan.
Ketika Anda berhasil menerapkan ini pada karyawan, Anda bakal mampu menerapkan ini pada klien Anda.


Voucher Kredit UMKM Dari Pemerintah.

Kredit UKM dari pemerintahKementerian Koperasi dan UKM menggagas penggunaan voucher kredit bagi pengusaha kecil hingga Rp500 juta, menyusul rencana penguatan fungsi lembaga lembaga penjaminan kredit.

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengatakan sistem ini merupakan satu paket dengan penggunaan sistem jaminan kredit UMKM.

“Jadi, UMKM yang dapat voucher tinggal ke bank untuk ambil kreditnya. Voucher ini dikeluarkan oleh lembaga penjaminan kredit, ujar Agus di sela diskusi Isu Kebijakan Keuangan Mikro hari ini.

Penggunaan sistem voucher, kata dia, akan menyederhanakan birokrasi penyaluran kredit perbankan dengan sistem jaminan. Dengan sistem ini, praktik lembaga penjaminan minta data calon debitor dari perbankan tidak perlu lagi.

Pengusaha mikro dan kecil yang menginginkan kredit bari bank dapat mendatangi lembaga keuangan mikro yang dalam hal ini diwakili oleh Astrindo atau Perum Sarana.

Pengusaha mikro dan kecil melalui lembaga keuangan ini dapat menyampaikan keinginan mendapat kredit dari bank. Selanjutnya lembaga keuangan ini nanti melakukan penilaian atas permohon untuk menentukan jumlah yang bisa diberikan berdasarkan koleteral berupa asset dan prospek bisnis.

Dari hasil penilaian tadi, tambahnya, nanti lembaga keuangan mikro akan mengeluarkan sejenis voucher yang nantinya memudahan bank untuk menyalurkan bantuan kepada pengusaha mikro dan kecil.

Berita Antara melansir bahwa untuk pengusaha mikro, pagu tertinggi telah ditetapkan sebesar Rp50 juta dan pengusaha kecil bisa mencapai Rp500 juta. 

Pemberian kredit untuk pengusaha kecil dan menengah dirasakan akan mampu mendorong pengusaha untuk mau melirik bisnis UKM dan turut memajukan industri mikro maupun makro tanah air.


© 2008, SolusiUKM.com or its affiliates. All Rights Reserved.
How to Shop | Order and Return Policy | Privacy Policy | Glossary | Contact Us