|
Jika Anda adalah seorang karyawan maka tipe kerja seperti apa yang Anda pilih, kerja keras atau kerja cerdas?
Namun sebelum Anda menjawab pertanyaan tersebut cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Pernah atau seringkah Anda mengecewakan atasan? Kerap menghindari tugas dari atasan? Tingginya ketidakdisiplinan kerja Anda? Mengkritik atau menunjukkan kekesalan kepada atasan Anda di muka umum? Akibatnya hubungan Anda dengan atasan terasa asing? Sering menimbulkan kemampetan dan ketegangan komunikasi? Adakah kondisi seperti ini membuat komunikasi dengan rekan kerja Anda juga tidak lancar? Yang akhirnya atasan Anda tidak puas dengan perilaku dan kinerja Anda yang dibawah standar? Apakah kalau Anda merasa bersalah lalu meminta maaf pada atasan? Dan apakah ada upaya Anda untuk memperbaiki perilaku dan kinerja Anda?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas berimplikasi pada seberapa jauh derajat kepuasan atasan terhadapa kinerja Anda. Kalau jawabannya cenderung negatif maka akan menimbulkan ketidakpuasan atasan karena Anda dinilai tidak layak untuk menjadi karyawan yang handal apalagi menjadi teladan.
Lalu bagaimana caranya menjadi karyawan idaman dari atasan dan organisasi Anda?
- Berdisiplin sesuai dengan aturan yang berlaku dalam perusahaan. Tidak ada alasan atasan Anda merasa benci kalau Anda berdisiplin tinggi. Semakin tinggi derajat kedisiplinan Anda seharusnya semakin tinggi pula derajat kepuasan atasan Anda.
- Bekerja keras dan cerdas. Atasan tidak cukup merasa puas kalau Anda hanya bekerja keras tetapi tidak produktif. Karena itu perlu didasarkan pada kerja cerdas pula seperti kreatifitas dan prakarsa tinggi.
- Berperilaku jujur baik dalam melakukan pekerjaan maupun dalam berkomunikasi dengan atasan dan sesama rekan kerja. Hindari sifat defensif kalau Anda melakukan sesuatu yang salah.
- Menunjukkan kerendahan hati dan kemampuan berkomunikasi yang handal baik dengan atasan maupun dengan sesama karyawan.
- Menghindari upaya mengkritik atau menunjukkan kekesalan pada atasan di muka umum. Jagalah perasaan atasan karena yang bersangkutan juga manusia biasa. Usahakan bertemu langsung dengan atasan dengan cara yang sopan kalau Anda memiliki uneg-uneg.
- Jangan terlalu mengharap banyak kepada atasan untuk mau dan mampu memenuhi semua tuntutan Anda. Apalagi kalau tuntutan Anda bersifat tidak rasional dan paksaan. Atasan pun memiliki harga diri yang perlu dimengerti oleh Anda.
- Berupaya dekat dengan atasan tanpa harus termasuk golongan penjilat. Dekat dalam hal ini berarti kalau Anda memiliki gagasan atau masalah tertentu dapat disampaikan kepada atasan langsung. Secara berkala Anda membuat laporan proses dan kinerja Anda.
- Menghindari ucapan langsung ”tidak bisa” atau ”bisa” kalau Anda diberi tugas tertentu. Kalau Anda menilai pekerjaan itu sesuatu yang baru maka Anda perlu mempelajarinya lebih dahulu. Kalau tidak mampu maka secara terus terang Anda mengatakan pada atasan bahwa Anda kurang memiliki keahlian dan pengalaman untuk mengerjakan tugas itu. Sebaliknya Anda harus memenuhi permintaan atasan sejauh itu bisa diterima secara akal sehat, aturan dan prosedur yang berlaku, dan berbasis kemampuan Anda untuk melaksanakannya.
Berdasarkan langkah-langkah diatas, bekerja keras memang sangat diperlukan namun akan lebih baik lagi jika Anda bisa bekerja dengan cerdas karena cerdas bekerja sangat membantu kita untuk bisa terus fokus terhadap pekerjaan dan memanfaatkan kefektifan serta keefisienan waktu dan peluang yang ada. Selamat bekerja...!
|